• Font size:
  • Decrease
  • Reset
  • Increase

Kejutan Mengharukan 2 Alumni SMA Budhi Warman II di Yogyakarta

Ada sebuah kejutan mengharukan yang dirasakan Bapak/ Ibu guru SMA BUDHI WARMAN 2 JAKARTA saat mendampingi para siswa, calon alumni, dalam acara perpisahan dan pelepasan kelas XII di Yogyakarta dari tanggal 29 Mei s/d 1 Juni 2014 ini.

Kejutan itu berawal pada hari kedua, malam hari, pada waktu Bapak/ Ibu guru baru turun dari bus di tempat parkir di depan Hotel Nugraha, Jalan Parang Tritis, Yogyakarta. Belum stabil Bapak/ Ibu guru mencari keseimbangan kaki setelah lelah mengantar para siswa berwisata menikmati senja di Pantai Parang Tritis, kami dikejutkan oleh sapaan suara yang satu tahun lalu sangat kami kenal, “Selamat malam Bapak/ Ibu guru tercinta, selamat datang di Yogyakarta.”

 

Presentasi LLS dan Cibodas

sri badugaSecara rutin, setiap tahun, SMA Budhi Warman II Jakarta mengadakan kegiatan akademik di luar ruang kelas, yaitu: Lomba Lintas Sejarah (history cross competition) untuk kelas X dan Studi Lapangan (study field) untuk kelas XI. Lomba Lintas Sejarah kegiatannya dipusatkan di Taman Mini Indonesia Indah, sedangkan untuk Studi Lapangan kegiatannya diadakan di Desa Cibodas, Lembang, Bandung.

Kegiatan Lomba Lintas Sejarah sendiri berlangsung hanya satu hari, sementara kegiatan Studi Lapangan berlangsung selama dua hari. Tetapi kegiatan tersebut tidak hanya selesai sampai disitu saja. Yang lebih seru dan sangat ditunggu-tunggu, baik oleh para siswa peserta maupun para guru pembimbing, adalah presentasi dari 2 kegiatan tersebut, dimana SMA Budhi Warman II Jakarta memberi kesempatan kepada perwakilan siswa masing-masing kelas dan masing-masing jurusan (IPA & IPS) untuk berkompetisi mempresentasikan hasil kegiatannya tersebut.


Walaupun SMA Budhi Warman II tidak mensyaratkan presentasi 2 kegiatan tersebut harus menggunakan bahasa Inggris, tetapi para siswa dengan antusias selalu memilih menggunakan bahasa Inggris dalam menyampaikan presentasinya. Mereka beralasan bahwa presentasi dalam bahasa Inggris tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara dalam bahasa Inggris saja, tapi sekaligus juga latihan mental, dan latihan meningkatkan rasa percaya diri.
Pada hari Sabtu, tanggal 22 Februari 2014, tibalah hari presentasi. Perasaan mereka pun campur-aduk antara deg-degan, optimis dan antusias karena hari yang sangat dinanti-nantikan oleh setiap peserta akhirnya tiba.


Dalam presentasi itu masing-masing peserta membawa alat bantu peraga. Anak-anak IPA membawa tanah liat, karena mereka akan memperlihatkan bagaimana cara membuat gerabah seperti yang mereka kunjungi di Plered. Sementara anak-anak IPS membawa papan pengepak manual, sayuran dan buah-buahan karena mereka akan memperagakan bagaimana mengepak buah dan sayuran seperti yang mereka saksikan di Desa Cibodas, Lembang, Bandung. Sesi presentasi dibatasi hanya berlangsung 30 menit saja untuk setiap peserta. Ditambah tanya jawab selama 15 menit. Tanya jawab antara para juri, peserta dan dewan guru yang hadir pun berlangsung dalam bahasa Inggris.

Setelah acara selesai, para peninjau dari YPBW (Yayasan Pendidikan Budhi Warman) dan EDC yang diundang sebagai tamu pun menyatakan kekaguman bahwa siswa-siswi SMA Budhi Warman II Jakarta memiliki kreativitas tinggi dan didukung oleh bahasa inggris yang sangat baik.

SEMINAR LIFE SKILL & KONSELING

life skill 1Dalam peningkatan mutu pendidikan yang berkualitas bukan hanya terlihat dari sistem pendidikan yang diterapkan oleh Negara tersebut akan tetapi dari para manajemenguru mengkreasikan pembelajaran didalam kelas, itulah yang disampaikan oleh ibu “Tania Tilaar Tengker, BS, MBA, selaku rector IBM disela-sela pembukaan acara tersebut yang dihadiri oleh wakil kepala  Dinas Pendidikan Kota Jakarta Timur.

Liputan Khusus GET 2013

get 6Kegiatan Global Educational Trip (GET I) yang pertama kali dilakukan oleh SMA Budhi Warman 2 jakarta telah dilaksanakan pada tanggal 10 – 12 Desember 2013. Kegitan ini merupakan kegiatan rintisan yang digunakan sebagai salah satu kegiatan yang memberikan pengalaman studi ke luar negeri kepada peserta didik dengan kemasan kunjungan ke lembaga pemerintah dan institusi pendidikan yang berada di Malaysia dan Singapura, selain memberikan pengalaman observasi dan interaksi langsung dengan budaya dan penduduk kedua negara tersebut.

Kegiatan GET I ini melibatkan 25 siswa/i sebagai peserta kegiatan dan 7 orang guru pembimbing. Dengan demikian jumlah peserta dan guru yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 32 orang. Berbagai pengalaman yang mungkin tidak akan pernah bisa dilupakan dan menjadi kenangan bagi seluruh peserta dan guru yang mengikuti kegiatan ini, akan menjadi bagian dari proses pembelajaran yang tidak akan dijumpai dalam KBM di sekolah. Suka dan duka, kegembiraan dan tantangan yang dijumpai selama perjalanan mewarnai kegiatan ini dan menjadi catatan yang sukar terhapus dari ingatan.

Sub Kategori

Link Terkait



SmartNews.Com

Link Kampus

1.gif2.gif3.gif4.gif5.gif6.gif
Switch mode views: