• Font size:
  • Decrease
  • Reset
  • Increase

DUA NASEHAT BERHARGA DARI HONG KONG

Selain kunjungan resmi ke Hong Kong University (HKU), para peserta GET (Global Educational Trip) SMA Budhi Warman 2 Jakarta juga berkunjung ke KonJen (Konsulat Jenderal/Konsuler) Republik Indonesia di Hong Kong. Kunjungan ini baru bisa dilaksanakan pada hari terakhir lawatan para peserta GET ke Hong Kong, Jumat 13 Mei 2016, karena para pejabat Konjen sedang sibuk mengadakan kunjungan kerja ke Macau.

Para peserta GET disambut dengan hangat oleh para pejabat Konjen RI di Hong Kong karena jarang ada kunjungan anak-anak sekolah Indonesia yang mengunjungi kantor mereka. Setiap harinya mereka selalu disibukkan oleh masalah-masalah tentang tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Hong Kong yang menurut catatan resmi terakhir tahun 2016 berjumlah kurang lebih 120.000 orang. Jadi kunjungan para peserta GET SMA Budhi Warman Jakarta ini bisa dianggap sebagai refreshing di sela-sela waktu rutinitas kerja mereka.

dua nasehat 2Dalam kunjungan yang bersifat ramah-tamah dan berlangsung sekitar satu jam itu ada nasehat berharga dari Bapak KonJen kepada para peserta GET tentang keberhasilan Hong Kong dalam bidang pendidikan, dimana sekolah-sekolah dan kampus-kampusnya banyak yang masuk dalam daftar teratas rangking dunia. Salah satu nasehat beliau yang membuat para peserta GET terperangah adalah saat beliau mengatakan bahwa mungkin para pelajar Indonesia lebih bagus nilainya di bidang matematika, ilmu ekonomi atau mata pelajaran yang lainnya. Tetapi dalam menerapkankan pengetahuan itu di lapangan, dalam kehidupan nyata sehari-hari, para pelajar Hong Kong lebih jago, karena mereka lebih banyak mempelajari pengetahuan dengan cara mempraktekannya langsung di lapangan, dalam kehidupan nyata, tidak melulu di ruang kelas yang hanya penuh teori-teori belaka.

 

dua nasehat 3Mungkin memang benar apa yang dikatakan oleh salah satu petinggi Konjen RI di Hong Kong itu. Para peserta GET ikut melihat dan merasakan atmosfir sendiri bagaimana para pelajar Hong Kong belajar. Terbagi dalam grup-grup kecil para guru sekolah-sekolah Hong Kong tersebut mengajak para siswanya mengunjungi bandara, museum, perpustakaan, stasiun kereta, terminal ferry, wahana wisata seperti Disneyland, sampai tempat-tempat bersejarah di Macau yang nota bene sudah berada di luar wilayah pemerintahan Hong Kong.

Situasi di kampus juga tidak jauh berbeda. Para peserta GET melihat para mahasiswa Hong Kong University membuka kios-kios makanan dan minuman di banyak koridor kampus yang luasnya sekitar 53 hektar itu, menjaga toko buku, menjadi waiter di kafetaria, magang di perpustakan, yang di Hong Kong University tidak cuma ada main-library (perpustakaan pusat) saja, tetapi masing-masing fakultas juga mempunyai perpustakaannya sendiri-sendiri, dan masih banyak kegiatan life skill lainnya.

Di Hong Kong University ini pula, salah satu guru pembimbing GET sempat mengobrol dengan salah satu dosen HKU pada jam makan siang. Obrolannya pada awalnya ngalor-ngidul tentang pendidikan di negara masing-masing. Tetapi kemudian mengerucut pada masalah kedisiplinan warga. Dan saat ditanyakan tentang bagaimana transportasi Hong Kong bisa sangat disiplin dan efisien, kalau diringkas beliau mengatakan seperti ini: "Kalau saya hanya menjelaskan saja kepada Anda tentang sistem transportasi Hong Kong, mungkin kita harus berbicara selama 3 tahun. Tapi kalau Anda rasakan sendiri bagaimana pengalaman menggunakan transportasi di Hong Kong, maka dalam 3 hari Anda akan memahami bagaimana cara kerja, disiplin dan efisiennya sistem transportasi kami (Hong Kong)."

Di akhir percakapan, sambil bersalaman, beliau tersenyum sambil mengatakan
"So bring your students see the world. They will learn faster and better that way."

Link Terkait



SmartNews.Com

Link Kampus

1.gif2.gif3.gif4.gif5.gif6.gif
Switch mode views: