• Font size:
  • Decrease
  • Reset
  • Increase

Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) OSIS SMA 2017

OSIS adalah satu-satunya wadah organisasi siswa yang sah di sekolah. Oleh karena itu setiap sekolah wajib membentuk Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), yang tidak mempunyai hubungan organisatoris dengan OSIS di sekolah lain dan tidak menjadi bagian/alat dari organisasi lain yang ada di luar sekolah.

Dalam rangka pelaksanaan kebijaksanaan pendidikan, khususnya dibidang pembinaan kesiswaan, arti yang terkandung lebih jauh dalam pengertian OSIS adalah sebagai salah satu dari empat jalur pembinaan kesiswaan, disamping ketiga jalur yang lain yaitu: latihan kepemimpinan, ekstrakurikuler, dan wawasan Wiyatamandala.

OSIS SMA BUDHI WARMAN II melaksanakan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) OSIS pada tanggal 28-29, Oktober, 2017 tepatnya disebuah penginapan di Cibodas.

LDK OSIS 2017 1

Kegiatan OSIS SMA BUDHI WARMAN II selain memaparkan program program kegiatan yang di miliki oleh 10 SEKBID di dalam organisasi OSIS, mereka juga melakukan diskusi diskusi ringan tentang bagaimana memajukan seluruh kegiatan yang ada di sekolah SMA BUDHI WARMAN II dan juga mengevaluasi kepemimpinan dan program program kerja yang telah lalu di tahun 2016 – 2017.

 

Belajar Mengelola Alam Di Desa Wisata Lebak Muncang

Para pemerhati desa wisata pasti sudah pernah mendengar nama Lebak Muncang. Sebuah desa yang masuk dalam wilayah pemerintahan kecamatan Ciwidey, kabupaten Bandung, Jawa Barat. Seperti kampung wisata pada umumnya, desa Lebak Muncang menawarkan interaksi dan kegiatan langsung bersama penduduk setempat.

Kali ini, selama 2 hari, dari tanggal 15 s/d 16 Desember 2016, sebanyak kurang lebih 160 siswa kelas 11 SMA Budhi Warman 2 Jakarta mengadakan study-trip ke Lebak Muncang guna mempelajari dan melihat lebih dekat bagaimana masyarakat desa Lebak Muncang mengelola desa wisatanya.

Rombongan para peserta study trip ini sampai di lokasi (meeting point) di desa Lebak Muncang masih siang, sekitar pukul 2 siang, karena rombongan hanya punya satu destinasi, yaitu desa wisata Lebak Muncang ini saja. Para petinggi desa, para panitia pengelola desa wisata setempat, dan para Ibu yang akan menjadi "Ibu angkat" para siswa selama tinggal di homestay di desa wisata ini telah siap menyambut kedatangan rombongan di tengah gerimis di ketinggian 1.600 DPL (Di atas Permukaan Laut), dengan suhu udara yang sangat dingin bagi kebanyakan siswa yang tinggal di kota Jakarta yang panas.

Setelah semua siswa mendapatkan tempat di homestay masing-masing, mereka diberi waktu istirahat sejenak sampai sehabis sholat maghrib, karena malam harinya para siswa akan disuguhi dengan pertunjukan hasil kreasi kesenian setempat berupa tari dan musik tradisional yang sangat khas desa Lebak Muncang. Pada kesempatan malam itu juga para siswa juga diajari cara menari dan memainkan alat-alat musik tradisonal mereka yang sangat berbeda cara memainkannya dengan alat-alat musik modern.

Pagi harinya mulailah kegiatan study-trip yang sebenarnya. Para siswa diajak blusukan ke sawah, tegalan, kebun, kandang sapi, pabrik teh skala kecil dan beberapa tempat lagi yang selama ini tidak begitu familiar dengan para siswa yang tinggalnya di ibukota. Dalam kegiatan bercocok tanam, misalnya, para siswa diajari bagaimana cara menanam bibit, memelihara, memanen, bahkan hingga cara memasarkannya ke konsumen. Jenis tanaman yang biasa ditanam di desa Lebak Muncang ialah stroberi, bawang, seledri, tomat, dan jamur karena letaknya yang berada di daerah pegunungan. Tentu saja aktivitas ini sangat bermanfaat bagi para siswa agar mereka lebih menghargai kerja keras para petani.

Selain itu, desa Lebak Muncang ini juga sangat khas dengan produksi kopi luwaknya yakni kopi yang terbuat dari biji kopi yang keluar bersama kotoran luwak. Sayang, harga kopi luwak ini sangat mahal sehingga tak satupun siswa atau para guru pembimbing yang membelinya meskipun hanya segelas saja. Kopi luwak memang punya target konsumen tersendiri yang konon rela merogoh kantong hingga ratusan ribu rupiah demi bisa menikmati kopi luwak yang rasanya eksotis dan produksinya langka ini.

Walaupun tubuh menjadi kotor dan kulit sedikit menghitam, tapi para siswa ini tampak enggan untuk kembali pulang ke Jakarta. Mereka begitu asyik menikmati kegiatan study-trip ini, karena mereka merasa lebih dekat dengan obyek nyata yang selama ini hanya mereka pelajari lewat buku dan guru semata. Tapi durasi kegiatanlah yang akhirnya harus memisahkan antara para siswa dengan desa Lebak Muncang ini. Sungguh perpisahan yang berat, tapi sangat membawa banyak arti bagi kelanjutan kehidupan para generasi muda harapan bangsa ini.

Profile Juara Nasional Martial Art Dari SMA Budhi Warman 2 Jakarta

Bayu Tito Hendrawan, siswa kelas 11 IIS 2 ini tidak hanya aktif di kegiatan OSIS. Tugasnya sebagai seksi bidang 9 (IT) di organisasi kesiswaan SMA Budhi Warman 2 tersebut membuatnya selalu terlihat sibuk.

Tapi ada kegiatan positifnya yang lain yang sangat digemarinya karena itu juga merupakan hobby dan passion baginya, yaitu latihan seni beladiri pencak silat (martial art) yang dilakukannya hampir setiap hari, kecuali hari Jumat, setiap bulan, sepanjang tahun.

Ketekunan dan kerja kerasnya tersebut akhirnya mengantarkannya untuk dikirim oleh pelatihnya mengikuti lomba pencak silat "PAKU BUMI CUP 2 : PIALA PEMBINA PB IPSI DR (HC) H. EDDIE M. NALAPRAYA 2017", yang di selenggarakan pada tanggal 2 - 5 Februari 2017 di GOR PONDOK GEDE Padepokan Pencak Silat TMII, dan tampil sebagai juara 1.

Event-event lomba yang telah dilewatinya sebelum sampai pada kejuaran tingkat nasional tersebut  diantaranya: lomba antar perguruan pencak silat se Jakarta Timur, lomba SWNC 2 (Sinar Warna Nusantara Cup) dan SWNC 3, dan masih banyak kejuaraan lainnya lagi.

Saat ditanya apa cita-cita setelah lulus dari SMA Budhi Warman 2 Jakarta nanti, Bayu mengatakan bahwa dia ingin mengabdi kepada negara sebagai anggota TNI atau petugas perpajakan.

Peralatan Musik Seharga 200 Juta

Untuk menyalurkan dan mengembangkan bakat serta minat para siswa terhadap musik maka SMA Budhi Warman 2 Jakarta menggelontorkan dana sampai 200 juta untuk melengkapi, mengupdate, dan mengupgrade peralatan musik yang telah ada di ruang studio musik sebelumnya.

Kini studio musik itu dipenuhi dengan peralatan baru dan modern sesuai dengan permintaan para siswa yang berminat dan berbakat di bidang musik yang ternyata jumlahnya banyak di SMA Budhi Warman 2 Jakarta ini. Studio musiknyapun dipindah, menempati ruang bekas laboratotium IPA yang lebih luas dan lebih representatif sehingga para siswa bisa bermain musik secara maksimal.

Pada kegiatan Kingdom of Budhi Warman yang baru saja selesai beberapa minggu lalu, studio musik ini banyak mendapat pujian dari para peserta lomba band yang terdiri dari para siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang ada di Jakarta Timur. Rata-rata mereka menganggap bahwa studio musik SMA Budhi Warman 2 Jakarta ini lebih bagus, lebih modern, dan lebih representatif daripada studio musik yang ada di sekolah mereka masing-masing. "Studio musiknya keren," kata salah satu siswa peserta lomba, "seperti studio musik beneran yang biasa kita sewa buat latihan dengan biaya sewa mahal."

SMA Budhi Warman 2 Jakarta memang selalu terus berusaha untuk "memanjakan" para siswanya dengan fasilitas-fasilitas yang modern dan canggih. Salah satunya adalah studio musik ini, yang dilengkapi dengan peralatan-peralatan musik baru seharga 200 juta.

DUA NASEHAT BERHARGA DARI HONG KONG

Selain kunjungan resmi ke Hong Kong University (HKU), para peserta GET (Global Educational Trip) SMA Budhi Warman 2 Jakarta juga berkunjung ke KonJen (Konsulat Jenderal/Konsuler) Republik Indonesia di Hong Kong. Kunjungan ini baru bisa dilaksanakan pada hari terakhir lawatan para peserta GET ke Hong Kong, Jumat 13 Mei 2016, karena para pejabat Konjen sedang sibuk mengadakan kunjungan kerja ke Macau.

Para peserta GET disambut dengan hangat oleh para pejabat Konjen RI di Hong Kong karena jarang ada kunjungan anak-anak sekolah Indonesia yang mengunjungi kantor mereka. Setiap harinya mereka selalu disibukkan oleh masalah-masalah tentang tenaga kerja Indonesia yang bekerja di Hong Kong yang menurut catatan resmi terakhir tahun 2016 berjumlah kurang lebih 120.000 orang. Jadi kunjungan para peserta GET SMA Budhi Warman Jakarta ini bisa dianggap sebagai refreshing di sela-sela waktu rutinitas kerja mereka.

dua nasehat 2Dalam kunjungan yang bersifat ramah-tamah dan berlangsung sekitar satu jam itu ada nasehat berharga dari Bapak KonJen kepada para peserta GET tentang keberhasilan Hong Kong dalam bidang pendidikan, dimana sekolah-sekolah dan kampus-kampusnya banyak yang masuk dalam daftar teratas rangking dunia. Salah satu nasehat beliau yang membuat para peserta GET terperangah adalah saat beliau mengatakan bahwa mungkin para pelajar Indonesia lebih bagus nilainya di bidang matematika, ilmu ekonomi atau mata pelajaran yang lainnya. Tetapi dalam menerapkankan pengetahuan itu di lapangan, dalam kehidupan nyata sehari-hari, para pelajar Hong Kong lebih jago, karena mereka lebih banyak mempelajari pengetahuan dengan cara mempraktekannya langsung di lapangan, dalam kehidupan nyata, tidak melulu di ruang kelas yang hanya penuh teori-teori belaka.

Sub Kategori

Link Terkait



SmartNews.Com

Link Kampus

1.gif2.gif3.gif4.gif5.gif6.gif
Switch mode views: